Belajar dr Semut
Ditulis oleh wida di/pada Januari 23, 2007
Dapet artikel yg cukup menarik nich buat ku….. dpt email dr seorang temen….. jd ya copy paste aja di blog ku ini… sapa tau ada yg mo baca…..
Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya bagi kamu pada kehidupan hewan itu ada pelajaran buat kamu ” (QS.Surah 6).
Dalam hal pandai bersyukur dan tekun bekerja serta ulet, kita dapat meniru semut. Allah SWT sengaja menurunkan satu surah mengenai semut, yaitu An Naml, surah ke 27 sebanyak 93 ayat.
Ketika Nabi Sulaiman AS sedang berjalan, beliau melihat seekor semut sedang membawa sebutir kurma yang besar dan beratnya jauh melebihi tubuh semut itu. Lalu Nabi yang mengerti bahasa binatang itu bertanya : “Untuk apa kurma yang kau bawa itu?”. “Ini adalah kurma yang Allah SWT. berikan kepadaku sebagai makanan selama satu tahun”, jawab sang semut. Mendengar penuturan semut ini, Nabi Allah Sulaiman segera kembali ke istana dan mengambil sebuah kurma yang lebih besar serta sebuah botol. Setelah kurma itu dibelahnya menjadi dua bagian, kemudian ia berkata : “Wahai semut, silahkan masuk ke dalam botol ini, aku telah membagi dua kurma ini dan aku berikan separuhnya kepada mu sebagai makananmu selama satu tahun. Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaan mu.”
Setahun kemudian, Nabi Sulaim kembali melihat si semut. Beliau tersenyum, saat melihat kurma yang diberikannya itu tidak banyak berkurang. Dengan bijak ia bertanya : “Wahai semut, mengapa engkau tidak menghabiskan kurma itu ?”. Semut menjawab : “Selama ini aku hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa. Selama ini Allah SWT. yang memberikan kepada ku sebutir kurma tiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma. Aku khawatir tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah pemberi rezeki.”
Mendengar ungkapan semut itu, Nabi Sulaiman AS tersenyum dan berkata : “Engkau hai semut, selain mahkluk yang giat bekerja dan taat juga pandai bersyukur atas rezeki yang engkau dapat dari Allah dan pula engkau sangat yakin bahwa Allah akan menjamin rezeki mu.”
Menurut Prof. Dr.Harun Yahya, ada tiga Profesor di Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun menyelidiki kehidupan semut, namun tidak tuntas-tuntas, saking penuh keajaibannya. Diantara kesuksesan semut, ujar Dr.’Aidh Abdullah Al Qarny dalam bukunya DEMI MASA, ialah karena makhluk ini tekun dan rajin bekerja keras. Semut senantiasa mengulangi usahanya berkali-kali hingga sampai pada tujuannya. Salah satu contoh. Mereka bergelayutan di atas pohon lantas jatuh kemudian mengulangi lagi usahanya untuk naik dan jatuh lagi, begitu seterusnya hingga akhirnya dia berhasil naik ke atas pohon dan memperoleh apa yang mereka kehendaki.
Dalam sebuah riwayat disebutkan ada seorang Arab Dusun sedang berpergian untuk mencari nafkah. Karena merasa lelah, dia duduk sambil memikirkan cara kembali dari perjalanannya. Kemudian dia melihat seekor semut sedang berusaha naik ke atas sebongkah batu. Semut itu terjatuh kemudian berusaha naik lagi dan terjatuh lagi hingga berkali-kali kemudian naik lagi, hingga akhirnya berhasil juga naik di atas batu. Sambil tersenyum si Arab Dusun itu berkata : “Aku lebih layak untuk bisa bersabar dan bersikap tegar dari pada semut itu.” Lantas dia melanjutkan perjalannya dan pada akhirnya ia dapat mencapai tempat yang dituju.
As Qalani, karena tidak mampu mengikuti pelajaran di “Sekolah Dasar”, maka oleh Dewan Guru, terpaksa dikeluarkan dari sekolah. Satu waktu ketika ia berjalan di tepi pantai, ia melihat ada seekor semut yang menaiki sebatang lidi. Sebelum sampai ke ujungnya, semut itu jatuh. Kemudian naik lagi, dan lagi-lagi jatuh. Perbuatan itu ia lakukan berulang-ulang tanpa jemu, sampai akhirnya si Semut itu berhasil juga mencapai ujung lidi itu. Kemudian dalam perjalanan pulang, ketika As Qalani Mengaso di pinggir sebuah bukit, ia melihat titikan air yang terus menetes ke atas batu, sehingga membuat permukaannya menjadi cekung. Maka dengan tersenyum dia segera pulang dan menemui gurunya serta menceritakan dua peristiwa yang ia saksikan itu. Pendek cerita, Dewan Guru memberi kesempatan kepada As Qalani untuk mengikuti pelajaran. Ternyata dua peristiwa itu memotivasi semangat belajarnya membaja. Apa yang terjadi kemudian ?. Sejarah mencatat, As Qalani yang tadinya diremehkan itu, bisa menjadi salah seorang ulama besar yang disegani, dan telah menulis berbagai kitab tebal-tebal, yang namanya dikenal dengan panggilan Ibnu Hajar As Qalani.
Jika seekor semut menemukan sepotong makanan yang tidak dapat dibawa sendiri, maka ia memberi tahu teman-temannya untuk membawa makanan itu ke satu tempat. Disitu mereka cicipi bersama. Selain itu semut menghimpun persediaan makanan yang mencukupinya dari musim panas hingga musim dingin atau dari musim kemarau hingga musim penghujan. Karena dia tidak banyak keluar pada musim dingin atau penghujan, maka dia menyimpan makanan musim dingin atau penghujan dan tidak memakannya kecuali pada waktunya. Di samping itu dia khawatir bila biji-bijian yang disimpannya itu akan tumbuh, sehingga dia memecahkan biji-bijian itu dari bagian tengahnya agar tidak tumbuh.
Ketegaran dan keteguhan semut yang tidak mengenal putus asa itu mengandung pelajaran bagi orang yang menginginkan kesuksesan
Wallahualam.
passya berkata
padahal saya kalo digigit semut refleks langsung mukul dia sampe modarrrr…padahal begitu besar pelajaran yang diberikan semut..
cuma gigitan semut…gak bakal mati digigit semut…bodohnya aku..!!
PejuangIslam berkata
Kalau dibandingkan dengan kita saat ini… semut jauh lebih baik, mereka bekerja keras, tapi tidak saling menjatuhkan. Mereka berkerja dan bekerja tapi selalu berdzikir kepada Alloh. kita????
satuhati berkata
Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh
salam kenal.
semoga Alloh memberikan kita Hidayah dan Bimbingannya
amin
de King berkata
Semut emang hebat ya…
buktinya kalau suit walau kita cuman pakai semut (kelingking) tapi kita bisa menang melawan gajah (jempol)…hehehe
Tapi bagaimanapun juga manusia lebih unggul (kok kayak iklan sepeda motor ya???) …lagi2 suit bisa dijadikan sebagai bukti yang ngaco dan tidak bisa dipertanggungjawabkan…:D
wida berkata
# Passya, sama aku juga masih suka gitu ;p
# Pejuang Islam, iya juga ya
# Satu hati, Wa’alaikum salam… slm kenal juga ya…
# De King, hehehe ;p
Hadyan Taris Akbar berkata
Assalamu’alaikumlkm. Wr.Wb.
Sungguh, jika kita mau berfikir tentang alam yang mahaluas ini, yang memberikan banyak sekali pelajaran dan hikmah, maka sudah sepatutnya kita kita bersyukur kepada Allah SWT yang menyuruh kita untuk mengadakan perjalanan di muka bumi untuk memerhatikan alam dan mengambil manfaat dan pelajaran darinya.
Kita dapat belajar dari semut yang berbadan kecil, maka apa ada sesuatu yang patut kita sombongkan!!!
diena berkata
subhanallah……
klo kita mw “blajar ttg semut” pasti bangsa kita g kan spt ini…..
abu fawwaz berkata
as. maaf numpang lewat mo cari artikel semut, izi ngopy tadi kopi sy dikerubungi semut,jd itu kali ya jeleknya semut suka rebut minuman orang sama bunuh diri nyemplung padahal g bisa berenang